Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Juli 2013

UPDATE PESERTA EVEN PENYEMANGAT PERJUANGAN

Update peserta even bertema penyemangat perjuangan putaran pertama.

Puisi


  1. Balada Bocah Pencoret-Coret Tembok - Ulfa Aulyah Idrus
  2. Calon Matahari - Ulfa Aulyah Idrus
  3. .....
  4. Mungkinkah kamu?..

CERPEN

  1. Perantauanku_Siti Kholifah
  2. ....
  3. Mungkinkah kamu?.

Di ingatkan kembali, DL kita perpanjang sampai 17 Agustus. ayo kirim segera Naskah-naskah Puisi dan Cerpen Terbaikmu.
Inget! Tema Penyemangat perjuangan itu bukan bertema tentang Pahlawan saja. jadi jangan binggung untuk menyalurkan cerita.

kalau belum tau Ling Even ini, Silahkan Klik 
LOMBA CIPTA PUISI DAN CERPEN PENYEMANGAT PERJUANGAN. dan Ingat, kesempatan masih terbuka untuk umum.
kami tunggu naskah-naskah kalian semua.

Jumat, 05 Juli 2013

Lomba Cipta Puisi dan Cerpen Penyemangat Perjuangan

DL : 18 Juli-17 Agustus
SMA Negeri 4 Palembang punya gawe! Guys, buat kamu semua yang ngaku hobi nulis, ayo ikutan!

Syarat & Ketentuan:
Terbuka untuk umum
Panjang tulisan 4-8 halaman cerpen & maksimal 2 halaman (puisi)
Times New Roman, Font 12, Spasi ganda 2, A4
Margin (garis): Semua sisi 3 cm atau 1,18 inci, beri nomor halaman.
Tema: Penyemangat Perjuangan
Tulisan tidak mengandung ponografi dan kekerasan, dan SARA.
Biodata narasi (nNo. Hp atau FB) penulis ditulis di bagian akhir naskah maksimal 50 kata.
Naskah di kirim ke email cilta_snh@yahoo.co.id dengan subjek Penyemangat Perjuangan-Judul Puisi/cerpen-nama penulis
Contoh: Penyemangat Perjuangan-Hujan Pelupuk Mata-Endah W. Sucy
Buat tulisan yang terpilih akan dibukukan dengan kontribusi 35.000 aja udah dapet bukti terbit berupa buku.

So tunggu apalagi????
Burrrruuaaannn!!

Ttd:
Ekskul Sastra SMA Negeri 4 Palembang
CP:
Cilta 08980087801
Winda 08980815515

Selasa, 25 Juni 2013

Spectakuler ClassMeeting Champion Fo SMA Negeri4 PLG

Technical Meeting "ClassMeeting Champion For" itulah Tema kegiatan yang ada di salah satu SMA Negeri di kota Palembang.
Salah satu SMA yang terkenal dengan prestasinya dari berbagai bidang, Estrakulikuler, olah raga sampai pengetahuan umum yang selalu mendapatkan juara-juara yang sangat membanggakan.

Siapasih yang ga tau dengan SMA Negeri 4 Palembang?. rata-rata orang-orang yang tinggal di kota Palembang tau tentang sekolah yang sering kali di panggil dengan sebutan Smanepa ini.
Di sini saya gak mau berbasa basi dengan kalian semua, saya sekarang ingin membocorkan betapah meriahnya acara yang memang selalu di adakan setiap akhir semester oleh SMA ini.
ClassMetting Champion For di mulai pada Tanggal 22 Juni 2013, tepatnya pada hari sabtu. Kalian pasti penasaran dengan aktifitas pertama yang di lakukan oleh murid-murid Smanepa inikan? namun sebelum di mulainya acara ini. beberapa staf dan dewan guru termasuk kepala sekolah mengadakan yang namanya Apel pagi.
Kalian pasti tau mengapa sekolah mengadakan Apel pagi? selain utuk mendekatkan tali kekeluargaan antar kelas X dan kelas XI. Di kegiatan Apel Pagi ini juga di beriketentuan-ketentuan tentang peraturan dan cara bertanding yang solid, kekeluargaan dan juga adil.

Sudah selesai dengan kegiatan Apel Paginya, sekarang kita bahas bidang-bidang apa saja yang di perlombakan oleh SMA Negeri 4 Palembang ini.
Yang pertama, kita ambil dulu dari bidang olah raga. siapa yang gak tau Futsal dan Voli? pasti sudah pada taukan? gak mungkin enggak. Nah di sini, hari pertama yang di pertandingkan adalah Futsal dan Voli Putra.
Apa kalian tau? saat para Siswa Smanepa bertanding, bukan mainnya kemeriahan yang ada di dalam lapangan Voli juga Futsal.
Saya saja hampir jantungan mendengar suara para pendukung dari antar kelas. apa lagi saat beberapa Siswa menendang bola hingga membobol gawang lawannya. seluruh teriakan dari pendunkung terdengar seperti orang-orang yang baru saja mendapatkan lotre.
Gak kalah juga Voli putra, di sini para pendukungnya gak jauh heboh dari Futsal. selain para pemainnya yang sangat antusias untuk mendapatkan juara 1, 2 dan juga 3 tentunya.
asala kalian tau saja, semua semangat Siswa Semanepa sangat besar pada bidang olah raga. Apa lagi Smanepa pernah mendapatkan beberpa medali perak dan emas.
Oke, kita lanjut di hari kedua, masih dalam bidang olah raga. Namun, sekarang Voli tidak berpasangan dengan Futsal. Melainkan dengan Basket.
Ini adalah salah satu pertandingan yang di mana Putri yang bermain. maksud saya Voli Putri, kalau Basket tetep Putra kawan :D.
Kali ini kita ke para Putri dulu. Di pertandingan pertama Voli Putripun ga kalah meriah saat pertandingan Voli Putra kemaren. selain para pendukung, anak-anak Osis Smanepa juga ikut andil untung memeriahkan acara ini.
Mengadakan sebuah Radio terbuka di sisi lapangan. Wah asik bangetkan :D kita bisa dengerin lagu Fovorite kita hanya dengan mendatangi meja Informasi. sambil main sambil dengerin lagukan asik.
cukup dulu deh jelasin lomba yang ada di bidang olah raga. Lebih baik sekarang kita bahas lomba yang masuk ke dalam pembelajaran. apa lagi kalau buka Cepat Tepat.
Kalau di sini, saya melihat bayak beberapa kelas yang sepertinya tidak berpartisipasi dengan lomba ini. bisa di lihat dari putaran pertama lomba ini.
Belum menjawab solah, salah satu kelas yang hadir langsung di nyatakan memasuki babak penyisihan final. Eit, tapi ada serunya kok. Saat babak pemilihan juara 3, 2 dan 1. Salah satunya saat merebutkan juara satu dan dua. apa kalian tau? kelas berapa yang saling merebutkan kedudukan juara satu dan dua?
Aku kasih tau bisikan sedikit ya, kelas yang merebukan juara 1 dan 2 adalah kelas X dan kelas XI Ips. Wow hebat kan? apa lagi saat mereka berebut nila saat babak kedua, saat soal rebutan. apa lagi para pendukung setiap kelas, sangat senang saat teman perwakilan dari kelasnya dapat menjawab pertanyaan dengan benar.
Sepertinya sudah cukup saya berbincang-bincang dengan acara Technical Meeting "ClassMeeting Champion For" saja juga minta maaf karena saya ga bisa memberikan bukti-bukti kemeriahan acara di SMA Negeri 4 Palembang ini. dan untuk kalin terimakasih sudah membaca Artikel yang saya buat ini.

Sabtu, 23 Februari 2013

Langkah - Langkah

Sebelum kita memutuskan bicara (atau menulis), maka berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:

1. Berikan jeda atau jarak waktu. Penting sekali selalu memiliki 'momen kebijaksanaan'. Apa itu momen kebijaksanaan? Waktu yang kita butuhkan untuk berpikir ulang apakah benar2 akan bicara/menulis, atau memutuskan diam saja. Jangan biasakan, lebih cepat mulut bicara dibanding otak berpikir; atau lebih cepat tangan mengetik sesuatu dibanding otak berpikir.

2. Pastikan apa yang akan kita bicarakan/tulis itu bermanfaat. Penting sekali memikirkan setidaknya dua kali, lantas memperoleh keyakinan yang cukup, apakah apa yang akan kita sampaikan/tuliskan itu bermanfaat atau tidak. Selalu ingat nasehat orang tua: bicara yang baik, jika tidak baik, lebih baik diam.

3. Menaikkan kadar sensitifitas. Jika kita bicara dengan diri sendiri di depan cermin, atau menulis diary untuk konsumsi sendiri, tentu bebas saja mau bicara/menulis apapun. Tidak ada yang melarang. Ini juga termasuk saat kita menulis di blog, facebook, twitter profile sendiri, sah-sah saja mau menulis apapun--sepanjang tidak melanggar norma dan kaidah umum. Tetapi saat kita melangkah satu langkah saja di luar lingkaran tersebut, kita masuk ke wilayah orang lain/rumah orang lain, maka segera naikkan kadar sensitifitas. Semakin terlatih, maka semakin baik kita memahami sopan santun bicara/menulis di wilayah orang lain. Apakah orang lain terganggu atau tidak. Apakah pembicaraan ini serius atau bergurau. Dan berbagai daftar pertanyaan membantu lainnya.

4. Selalu berlatih menahan diri. Ada hal-hal yang sebenarnya sudah sama-sama tahu, tapi tetap saja dibicarakan/dikomentari. Ada hal-hal yang sebenarnya sudah terang benderang, tapi tetap saja dibahas. Itu kebiasaan buruk. Cobalah selalu untuk menahan diri. Ada banyak diskusi, perdebatan mubazir karena hal ini. Dan itu sama sekali tidak memberikan manfaat bagi siapapun--kecuali memuaskan nafsu bicara/komen. Jadi, selalulah berlatih menahan diri.

5. Nah, yang terakhir, jangan habiskan waktu hanya untuk bicara atau menulis. Ada banyak pekerjaan yang menunggu di luar sana. Kecuali kalau kita penyiar radio, notulen rapat/sidang, dan profesi lainnya yang memang mewajibkan bicara atau menulis.\



Selamat mempraktekan ^_^

Rabu, 19 September 2012

Daun Musim Gugur


Setting:
            Hari menuju petang. Kursi di tengah panggung dan satu meja dengan vas diisi bunga hidup. Seorang gadis dengan kebaya lusuh yang diikat di pinggang dan kain yang sudah terlalu sering dicuci, Seruni, masuk ke atas panggung sambil membawa baju dan alat menjahit. Matanya sayu dengan langkah gontai karena belum makan sejak pagi tadi. Seruni melihat ke bawah panggung seolah-olah melihat ke jendela dari rumah tinggi. Dari luar terdengar bunyi-bunyi berisik binatang malam yang mulai berkeliaran.
            Seruni menghela nafas berat. Menanti bapaknya pulang dari bekerja dan akhir dari perut keroncongannya seraya duduk pelan di kursi dan mulai mengeluarkan alat jahit.

Seruni : (memegang perutnya yang lapar) Aku tidak pernah sekali pun mengeluh bapak kapan pulang. Hanya saja cacing di perut ini tidak pernah mau kompromi. Tidak ada pula yang tahu mengapa dapur tidak mengasap. Pun tidak peduli tetangga rajin berkisah. Apa saja dikisahkan.

            Menyerah dan mulai mengambil benang untuk menjahit baju yang sobek. Seruni berusaha memasukan benang ke dalam jarum. Sudah sedikit kesal akhirnya jarum terjatuh.

Seruni : Petang datang bukan untuk bersandar diri di kursi santai. Bukan pula aku mau menanak nasi. Tetapi dari tadi kutunggu, becak ayah tidak ribut berderit di bawah rumah pulang bawa sekilo beras.

            Seruni bangun berbalik ke arah belakang panggung mencari jarum lain. Tapi nihil. Putus asa jarum sebatang pun tidak ada. Akhirnya kembali ke depan panggung melihat ke arah penonton seolah menanti ayah pulang.
Seruni : Rumah buruk tepat dua tahun ditinggal Emak sudah tidak punya jarum barang sebatang lagi. (menghela nafas berat)

            Seruni menarik kursi ke depan panggung. Duduk di lantai sambil memangku tangan di kursi.

Seruni : Selepas Bapak balik nanti, aku kalau tidak masuk dapur ya masuk kamar bawa tidur langsung. Tidak lagi belajar, karena tidak lagi sekolah.

            Seruni melihat (seperti menerawang) ke atas seolah melihat ke atas pohon.

Seruni : Ingat aku saat melihat daun yang sudah menguning itu. Seperti saat mendengar kata Bapak.
Berhenti. Gadis berganti suara agak berat meniru suara Bapak.

Bapak : (Dengan wajah putus asa dan sedih) Bukan ingin layukan bunga yang belum mekar, bukan pula bapak ingin hancurkan mimpi yang belum diangankan, hah…Seruni mengertilah keringat bapak tidak sanggup lagi bayarkan uang sekolah Seruni.

            Seruni mulai menangis dalam diam. Air mata mengalir di pipi meresap sakitnya ke dalam hati. Seruni diam saja seolah sedang menikmati hati yang sedang nyeri.

Seruni : Seruni akan tetap berbunga walau nanti pohon sudah tak berdaun, walau tanah mongering daun-daun telah gugur. Petang itu aku mendengar Bapak juga terisak di balik bilik. (Menghela nafas berat. Kali ini lebih dalam)
Seruni : Aku jatuh bermimpi jadi penari (melentikan tangan seperti penari) karena mahal membeli bedak. Aku berhenti mimpi jadi pelukis karena mahal membeli kanvas. Lari aku ambil pena sebatang, Bapak aku hanya ingin berkisah saja.

            Seruni menelungkupkan muka dan menangis terisak. Bunyi becak berdecit. Seruni bangun melonggok melihat ke bawah.
Seruni  : Bapak pulang. Membawa senyum sahaja dengan tangan melambai ringan. Beginilah hidup kampong di tengah kota.

            Seruni berjalan mundur ke tengah panggung dan melihat ke atas pohon.

Seruni : Ada tidak, ya, Wak Ilah di rumah? Seruni mau minta ubi sedikit buat bapak. (Berbalik dengan berurai air mata)*

Palembang, 17 September 2012